Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: "Nanti di depan ke kiri ya".
"Masih banyak, Pak Ustadz".
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. "PakUstadz!". Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau. "Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja...". Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.
"Saya ke toilet dulu ya".
"Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?"
"Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?"
"Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz".
Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang "berhentiin" saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini barangkali "target operasi" dakwah hari
ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, "Ok, ntar habis dari toilet ya".
*******
"Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?", tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.
"Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?"
"Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya".
"Wah, ustadz langsung nembak aja nih".
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja. "Udah shalat ashar?"
"Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja".
"Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karen a situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?" Sekuriti itu senyum aja.
Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah. Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh
sebutan-sebutan ibadah.
"Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini", saya mengejar.
"Ya, kurang lebih dah".
Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang 'alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.
"Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima , memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali
lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari
senang".
Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih begitu. Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya, nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara? Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.
Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.
Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, "Terus, mau berubah?"
"Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?"
"Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya".
"Ngebut gimana?"
"Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima -an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan Allah".
Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini.. Kan aneh. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran
Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.
"Yang kedua," saya teruskan. "Yang kedua, keluarin sedekahnya".
Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. "Pak Ustadz, pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan".
"Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?"
"Satu koma tujuh, Pak ustadz".
"Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede".
"Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz".
"Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?"
"Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz".
"Koq bisa?"
"Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt".
"Terus, kenapa masih kurang?"
"Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak".
"Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?"
"Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz".
"Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot".
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain.
Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.
"Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?"
"Mau Ustadz. Saya benahin dah".
"Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya ngebenahin shalat".
"Siap ustadz".
"Tapi sedekahnya tetap kudu loh".
"Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada".
"Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq".
"Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya".
Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah.
Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, "Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?". Si sekuriti mengangguk. "Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?". Sekuriti ini ngangguk lagi. "Selama saya bisa, saya akan jalanin," katanya, manteb.
"Gajian bulan depan masih ada ga?"
"Masih. Kan belum bisa diambil?"
"Bisa. Dicoba dulu".
"Entar bulan depan saya hidup pegimana?"
"Yakin ga sama Allah?"
"Yakin".
"Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau".
Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur'an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum'at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!
Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya.
Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang
ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.
*******
Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya.
"Mana bisa?" kata komandannya.
"Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani".
Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.
Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin.. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, "Buat sedekah katanya Pak", begitu kata komandannya.
Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bos nya.
"Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya", begitu lah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.
Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat
kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya..
Malah tambah cerah muka nya.
Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.
Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti.
Suatu hari bos nya pernah berkata, "Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma".
Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.
Berhasil kah?
Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.
Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.
"Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren".
Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.
Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, trjadi keajaiban. Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya
komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu trjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan.
Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan ? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.
Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon.
Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.
Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?
Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staff keuangan di sana . Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah.
Saudara-saudaraku sekalian.. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya, buat perubahan hidupnya.
Subhaanallaah, masya Allah.
Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia. Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar.
Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja.
Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang bukan apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.
Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak, sudah, jangan terus-terusan meratapi dosanya. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal saleh. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup.
Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Salam saya buat keluarga dan kawan-kawan di sekeliling saudara semua. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita.. Masih di dalam mobil. Sambil menunggu dunia terang. Insya Allah hari ini bayi saya, Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua.
Dari semalam saya tulis esai ini. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis.
Semalam, file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. Siapa sangka, kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman, hampipr 11 halaman. Saya pikir, esai ini saja sudah kepanjangan. Jadi, ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Saya berhutang banyak kepada saudara semua.. Di antaranya, saya jadi ikut belajar.
Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur'an internasional. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Masya Allah, semua yang terlibat, terlihat menikmati. Ga makmumnya, ga imam-imamnya, ga para tamu dan wali santri yang ikut. Semua menikmati. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz ini, silahkan datang saja langsung ya. Insya Allah saya usahakan ada. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Ya, kondisi-kondisi begini yang saya demen. Saya kurangin jadwal, tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur'an ini.
Ok, kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Siaran langsung jam 5 ba'da shubuh tadi. Istri saya meluncurnya dari rumah. Doakan keluarga kami ya. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua... (Ust. YUSUF MANSUR).
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
From : Susanto, Agus (Agus.Susanto@******.com)
Date : Wednesday, November 19, 2008 11:22:20 AM
Gabung Yuk di Twitter Yusuf Mansur
They can't never hurt you, coz your soul will always be free... Keep your smile..^^"
Rabu, 14 Desember 2011
Sabtu, 24 September 2011
Masa depan???
Kira – kira Ini adalah obrolan saya dengan teman SMA saya dulu ketika masih kelas 3 SMA… Ketika itu, kami masuk jam akselerasi semester akhir.
Di dalam ruang perpustakaan beni menghampiri sy..
Beni : Vi, da yang tiang mo tanyain?
Saya : Apa Ben. (menutup buku yang sy baca)
Beni : Hmm.. Menurut ivy, Masa depannya nanti kayak gimana?
Saya : Masa depan saya ? ……..hhmm.. Mungkin, kerja, jadi orang sukses.
Beni : Setelah itu, setelah mencapai semua itu , masa depan ivy?
Saya : Ha? Setelah itu? … hhmmm… banyak ben.. mungkin do the best untuk orang tua.. menikah? Punya anak.. ??..________.????hhhmmmm???
Beni : Setelah itu? Setelah mencapai semua itu? Akan bermuara dimana masa depan ivy?
Saya : Hmmm.. ( sedikit berfikir, arah pembicaraan sohib sy ini).. nnggg… Kematian?
Beni : Yup.. Kematian.. hhmm Kematian adalah pintu menuju akhirat.. tempat akhir kita.. tujuan akhir dalam penciptaan kita. Dan itulah masa depan kita.. U.u” jadi, sekolah, bekerja, menjadi sukses itu adalah fase perjalanan kita.. Masa depan kita yang sebenarnya itu ya akhirat..
Hmmm... ya... selama ini ketika kita berbicara tentang future selalu yang terlintas adalah menjadi orang yang sukses dalam hal duniawi saja.. (Mungkin itu saya)... Jarang sekali terfikirkan tentang akhirat, bagaimana masa depan akhirat kita??? apa yang akan kita temui nanti di sana??? bagaimana pertanggung jawaban kita??? Astagfirullah...
Hhhmm...Ada lagi..Ini adalah kata – kata dari seorang ustadz. Kira – kira satu bulan yang lalu, beliau mampir ke tempat kerja saya, dan kami sedikit mengobrol.. Ada kata – kata beliau yang cukup berharga bagi saya. Kira – kira begini ,
“ Kita selama ini sibuk dengan apa yang tidak kita bawa. Dan apa yang akan kita bawa terlupa oleh kita.”
Ya.. saya tersadar... Tapi kita terlalu sibuk dengan itu... Dan ibadah kita hanyalah selingan dan rehat dari seabrek aktifitas kita yang seringkali kita tunaikan dengan terburu - buru, bahkan telat... Padahal itulah yang akan kita bawa nanti ketika kita sudah beralih dunia... Apa yang beliau katakana itu benar.. Apakah Uang, baju, perhiasan, rumah, anak, akan kita bawa ketika kita meninggal nanti? Tidak … Ketika anak adam meninggal dunia, ada tiga perkara yang akan dibawa..
- Do’a anak yang soleh..
- Ilmu yang bermanfaat..
- Amal jariah..
Allah SWT berfirman..
“ Tidak Ku ciptakan Jin dan Manusia, keculai hanya untuk beribadah kepadaku..”
Astagfirullah…. Semoga apapun yang kita lakukan di dunia ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT... Demi cerahnya masa depan kita nanti... Aamiin..
Allahumma anta rabbi laailaaha illa anta khalaqtani wa’ana ‘abduka wa’ana ‘ahdika wawa’dika mastatho’tu. A’udzubikaminsyarrima sha’na’tu. Abuu ulaka bini’matika ‘alayya.. Wa abuu ubidzambi fagfirli.. fainnahu laayagfiru dzunuba illaa anta..
Semoga bermanfaat kawan, bagi saya, antum, dan kita semua.. Aamiin..
Beni : Vi, da yang tiang mo tanyain?
Saya : Apa Ben. (menutup buku yang sy baca)
Beni : Hmm.. Menurut ivy, Masa depannya nanti kayak gimana?
Saya : Masa depan saya ? ……..hhmm.. Mungkin, kerja, jadi orang sukses.
Beni : Setelah itu, setelah mencapai semua itu , masa depan ivy?
Saya : Ha? Setelah itu? … hhmmm… banyak ben.. mungkin do the best untuk orang tua.. menikah? Punya anak.. ??..________.????hhhmmmm???
Beni : Setelah itu? Setelah mencapai semua itu? Akan bermuara dimana masa depan ivy?
Saya : Hmmm.. ( sedikit berfikir, arah pembicaraan sohib sy ini).. nnggg… Kematian?
Beni : Yup.. Kematian.. hhmm Kematian adalah pintu menuju akhirat.. tempat akhir kita.. tujuan akhir dalam penciptaan kita. Dan itulah masa depan kita.. U.u” jadi, sekolah, bekerja, menjadi sukses itu adalah fase perjalanan kita.. Masa depan kita yang sebenarnya itu ya akhirat..
Hmmm... ya... selama ini ketika kita berbicara tentang future selalu yang terlintas adalah menjadi orang yang sukses dalam hal duniawi saja.. (Mungkin itu saya)... Jarang sekali terfikirkan tentang akhirat, bagaimana masa depan akhirat kita??? apa yang akan kita temui nanti di sana??? bagaimana pertanggung jawaban kita??? Astagfirullah...
Hhhmm...Ada lagi..Ini adalah kata – kata dari seorang ustadz. Kira – kira satu bulan yang lalu, beliau mampir ke tempat kerja saya, dan kami sedikit mengobrol.. Ada kata – kata beliau yang cukup berharga bagi saya. Kira – kira begini ,
“ Kita selama ini sibuk dengan apa yang tidak kita bawa. Dan apa yang akan kita bawa terlupa oleh kita.”
Ya.. saya tersadar... Tapi kita terlalu sibuk dengan itu... Dan ibadah kita hanyalah selingan dan rehat dari seabrek aktifitas kita yang seringkali kita tunaikan dengan terburu - buru, bahkan telat... Padahal itulah yang akan kita bawa nanti ketika kita sudah beralih dunia... Apa yang beliau katakana itu benar.. Apakah Uang, baju, perhiasan, rumah, anak, akan kita bawa ketika kita meninggal nanti? Tidak … Ketika anak adam meninggal dunia, ada tiga perkara yang akan dibawa..
- Do’a anak yang soleh..
- Ilmu yang bermanfaat..
- Amal jariah..
Allah SWT berfirman..
“ Tidak Ku ciptakan Jin dan Manusia, keculai hanya untuk beribadah kepadaku..”
Astagfirullah…. Semoga apapun yang kita lakukan di dunia ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT... Demi cerahnya masa depan kita nanti... Aamiin..
Allahumma anta rabbi laailaaha illa anta khalaqtani wa’ana ‘abduka wa’ana ‘ahdika wawa’dika mastatho’tu. A’udzubikaminsyarrima sha’na’tu. Abuu ulaka bini’matika ‘alayya.. Wa abuu ubidzambi fagfirli.. fainnahu laayagfiru dzunuba illaa anta..
Semoga bermanfaat kawan, bagi saya, antum, dan kita semua.. Aamiin..
Rabu, 14 September 2011
Lihat aku lebih dekat...
kau tidak memiliki robot, yang bisa kau program sesuai keinginanmu..
tapi kau hanya memiliki aku, yang Allah anugerahkan hati dan pikiran...
Dan dengannya aku memiliki keinginan, harapan, mimpi, pemikiran yang terkadang tak sama denganmu...
apa kau pikir, apa yang kau suka, aku harus suka?
apa yang kau inginkan aku juga harus menginginkannya?
dan apakah harapanmu dan aku harus sama?
Mimpimu dan mimpiku harus sama?
Ingat! aku bukan milikmu, tapi hanya titipan ilahi...
kau tak bisa memaksakan apa yang kau mau padaku...
Jika kau tak sanggup melakukannya.. mengapa kau bebankan padaku?
Apa pernah kau ingin tahu, apa yang aku mau?
Apakah kau pernah mmiliki keinginan untuk mengorbankan seluruh apa yang kau punya untukku?
Apakah pernah kau berfikir, untuk melakukan apapun untuk membuatku bahagia?
Naif, sekali jika aku mengatakan "Tidak"..
Pasti kau pernah memikirkannya...
Tapi itu hanya sebatas keinginan yang tak terwujud, terhalang oleh keegoisanmu..ambisi pribadimu...
................
....................
...................................,,
Dan........
Sekarang, aku hanya ingin kau... melihatku lebih dekat... hanya lebih dekat....
tapi kau hanya memiliki aku, yang Allah anugerahkan hati dan pikiran...
Dan dengannya aku memiliki keinginan, harapan, mimpi, pemikiran yang terkadang tak sama denganmu...
apa kau pikir, apa yang kau suka, aku harus suka?
apa yang kau inginkan aku juga harus menginginkannya?
dan apakah harapanmu dan aku harus sama?
Mimpimu dan mimpiku harus sama?
Ingat! aku bukan milikmu, tapi hanya titipan ilahi...
kau tak bisa memaksakan apa yang kau mau padaku...
Jika kau tak sanggup melakukannya.. mengapa kau bebankan padaku?
Apa pernah kau ingin tahu, apa yang aku mau?
Apakah kau pernah mmiliki keinginan untuk mengorbankan seluruh apa yang kau punya untukku?
Apakah pernah kau berfikir, untuk melakukan apapun untuk membuatku bahagia?
Naif, sekali jika aku mengatakan "Tidak"..
Pasti kau pernah memikirkannya...
Tapi itu hanya sebatas keinginan yang tak terwujud, terhalang oleh keegoisanmu..ambisi pribadimu...
................
....................
...................................,,
Dan........
Sekarang, aku hanya ingin kau... melihatku lebih dekat... hanya lebih dekat....
Jumat, 13 Mei 2011
sholat
Ini tulisan dari lamunanku.....uu,,
Gw pernah dengar sebuah kalimat,mungkin ini hadits.. tapi gw nggak berani mastiin itu karena di buku catatan gw tulisannya cuma kayak gini doang.
“ jika ingin memperbaiki hidup, perbaikilah sholat”..
“sholat adalah Do’a”…
Dan gw nulisnya waktu ikut semadigma muslimah, empat tahun yang lalu.. (maaf, memang agak pikun)..u,u,
Gw setuju banget, dan memang bener banget. Karena ketika sholat kita bermunajat, untuk dijauhkan dari kesalahan, dibersihkan dan disucikan dari kesalahan.. meminta petunjuk jalan yang lurus, meminta agar digolongkan orang – orang yang dianugerahkan nikmat, meminta ampunan, meminta dicukupkan dari kekurangan, meminta kelapangan rizki, meminta kesehatan… kita bermunajat untuk dijauhkan dari azab jahannam, azab kubur, dan fitnah dajjal di akhir zaman… komplit banget kan? Setelah sholat pun kita berzikir, berdo’a dengan do’a – do’a khusus yang bener – bener lagi kita alamin dan lagi kita pengen dan minta ma Allah SWT.
Well, ada bebrapa lirik yang, membuat aku ngerasa terlecuti( katanya g enak ya).. tapi sutralah, ini beberapa lirik itu yang membuat aku berfikir dan merenung sejenak tentang hidup ini…
So when the time is hard
There’s no way to turn
As HE promise HE will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
***
HE bring ourselves from the darkness into the light
Subhanallah praise belongs to YOU for everything
Shouldn’t never feel afraid of anything
As long as we follow HIS guidance all the way
Through the short time we have in this life
Soon it all’ll be over
And we’ll be in His heaven and we’ll all be fine
***
Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah you’ll find your way
Everytime you can make one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
***
Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
“OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astra You’re the only one that showed me
the way”
Ya… !!!
Allah dekat, Allah pemilik dan meliputi alam semesta…selalu ada di dekat kita, lebih dekat dari urat nadi kita. Dan Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan.. Catat yach, “Allah memberikan apa yang kita butuhkan” bukan yang kita mau. Jadi kalo ada yang berdo’a minta sesuatu tapi nggak dapet, bukan nggak dikabulin… tapi emang lagi nggak terlalu perlu aja… misalnya gw ne, minta biar punya laptop, rumah, hp BB.. tapi nggak kesampean – kesampean… Memang mungkin lagi nggak terlalu perlu jg… Secara ngapain punya rumah sendiri, berani tinggal sendiri juga nggak… Ngapain punya laptop, sekedar nulis bisa corat coret dikertas dulu, ntar dketik dikomputer .. Ngapain punya BB, mubazir aja, paling buat FBan, narsisan jepret sana – jepret sini, … perlu dipertanyakan juga sih,
“ V , sholat loe dah bener belom?”
~^o^,,heheee.. bener – bener , belum tau juga tuh..
Waktu sholat, kita tu kan meminta, kita berdoa.. jadi harus tahu apa yang kita minta. Bukannya hanya membaca bacaannya doang, tapi harus tau arti dan maknanya, biar kita khusyuk dalam sholat… hhhmmm… satu hal, yang paling menakutkan buat gw. Ketika kematian itu tiba - tiba datang..…Misalnya waktu zuhur kita lagi kerja atau dalam perjalanan, trus kita bilang ntar dah sholat pas kerjaanya selesai, atau pas nyampe rumah… tapi belum itu terlaksana kita udah sign out.. berarti kita mati dalam keadaan kafir.. Na’udzubilahimindzalik…
Jangan pernah deh sepelin sholat, ngeri banget azabnya… Inget nggak, dulu waktu kecil orang tua kita bilang.. “ kalau nggak sholat subuh, nanti di neraka bakalan disiksa dari subuh sampe zuhur, kalo nggak sholat zhuhur, nanti disiksa lagi dari zuhur ampe ashar dan begitu seterusnya.” Serem kan, tapi itu bukan dongeng orang tua kita… itu bener – bener ada haditsnya.. Gw pernah baca dibuku fadilah amal di Bab fadilah sholat. Hmm… ngeri…
So… Yuk, bareng – bareng perbaiki sholat kita, jangan lalai… Gw nulis ini bukan sok pinter, tapi sengaja jadi tembok gw juga, biar nggak lalai dalam sholat.(malu dong gw, bisanya ngingetin orang,gw sendiri sholatnya masih nggak bagus).. Nah, setidaknya gw bisa bilang gitu ke diri gw sendiri, kalo iman gw lagi down..(namanya juga manusia).. well… moga bermanfaat ya, buat gw, kita dan ummat muslim..(ciee..)..~@,@,, Wassalamu’alaikum…
Gw pernah dengar sebuah kalimat,mungkin ini hadits.. tapi gw nggak berani mastiin itu karena di buku catatan gw tulisannya cuma kayak gini doang.
“ jika ingin memperbaiki hidup, perbaikilah sholat”..
“sholat adalah Do’a”…
Dan gw nulisnya waktu ikut semadigma muslimah, empat tahun yang lalu.. (maaf, memang agak pikun)..u,u,
Gw setuju banget, dan memang bener banget. Karena ketika sholat kita bermunajat, untuk dijauhkan dari kesalahan, dibersihkan dan disucikan dari kesalahan.. meminta petunjuk jalan yang lurus, meminta agar digolongkan orang – orang yang dianugerahkan nikmat, meminta ampunan, meminta dicukupkan dari kekurangan, meminta kelapangan rizki, meminta kesehatan… kita bermunajat untuk dijauhkan dari azab jahannam, azab kubur, dan fitnah dajjal di akhir zaman… komplit banget kan? Setelah sholat pun kita berzikir, berdo’a dengan do’a – do’a khusus yang bener – bener lagi kita alamin dan lagi kita pengen dan minta ma Allah SWT.
Well, ada bebrapa lirik yang, membuat aku ngerasa terlecuti( katanya g enak ya).. tapi sutralah, ini beberapa lirik itu yang membuat aku berfikir dan merenung sejenak tentang hidup ini…
So when the time is hard
There’s no way to turn
As HE promise HE will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
***
HE bring ourselves from the darkness into the light
Subhanallah praise belongs to YOU for everything
Shouldn’t never feel afraid of anything
As long as we follow HIS guidance all the way
Through the short time we have in this life
Soon it all’ll be over
And we’ll be in His heaven and we’ll all be fine
***
Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah you’ll find your way
Everytime you can make one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
***
Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
“OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astra You’re the only one that showed me
the way”
Ya… !!!
Allah dekat, Allah pemilik dan meliputi alam semesta…selalu ada di dekat kita, lebih dekat dari urat nadi kita. Dan Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan.. Catat yach, “Allah memberikan apa yang kita butuhkan” bukan yang kita mau. Jadi kalo ada yang berdo’a minta sesuatu tapi nggak dapet, bukan nggak dikabulin… tapi emang lagi nggak terlalu perlu aja… misalnya gw ne, minta biar punya laptop, rumah, hp BB.. tapi nggak kesampean – kesampean… Memang mungkin lagi nggak terlalu perlu jg… Secara ngapain punya rumah sendiri, berani tinggal sendiri juga nggak… Ngapain punya laptop, sekedar nulis bisa corat coret dikertas dulu, ntar dketik dikomputer .. Ngapain punya BB, mubazir aja, paling buat FBan, narsisan jepret sana – jepret sini, … perlu dipertanyakan juga sih,
“ V , sholat loe dah bener belom?”
~^o^,,heheee.. bener – bener , belum tau juga tuh..
Waktu sholat, kita tu kan meminta, kita berdoa.. jadi harus tahu apa yang kita minta. Bukannya hanya membaca bacaannya doang, tapi harus tau arti dan maknanya, biar kita khusyuk dalam sholat… hhhmmm… satu hal, yang paling menakutkan buat gw. Ketika kematian itu tiba - tiba datang..…Misalnya waktu zuhur kita lagi kerja atau dalam perjalanan, trus kita bilang ntar dah sholat pas kerjaanya selesai, atau pas nyampe rumah… tapi belum itu terlaksana kita udah sign out.. berarti kita mati dalam keadaan kafir.. Na’udzubilahimindzalik…
Jangan pernah deh sepelin sholat, ngeri banget azabnya… Inget nggak, dulu waktu kecil orang tua kita bilang.. “ kalau nggak sholat subuh, nanti di neraka bakalan disiksa dari subuh sampe zuhur, kalo nggak sholat zhuhur, nanti disiksa lagi dari zuhur ampe ashar dan begitu seterusnya.” Serem kan, tapi itu bukan dongeng orang tua kita… itu bener – bener ada haditsnya.. Gw pernah baca dibuku fadilah amal di Bab fadilah sholat. Hmm… ngeri…
So… Yuk, bareng – bareng perbaiki sholat kita, jangan lalai… Gw nulis ini bukan sok pinter, tapi sengaja jadi tembok gw juga, biar nggak lalai dalam sholat.(malu dong gw, bisanya ngingetin orang,gw sendiri sholatnya masih nggak bagus).. Nah, setidaknya gw bisa bilang gitu ke diri gw sendiri, kalo iman gw lagi down..(namanya juga manusia).. well… moga bermanfaat ya, buat gw, kita dan ummat muslim..(ciee..)..~@,@,, Wassalamu’alaikum…
Rabu, 11 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

